Friday, March 04, 2011

Branding vs Character Building

Tulisan ini adalah sepenggal ilmu yang saya dapat sewaktu berkunjung ke rumahnya pak Heppy Trenggono beberapa waktu lalu bersama teman-teman TDA

Branding

Branding adalah pencitraan dengan membangun merek, logo dan yang berkaitan dengan image visual. Unsur-unsur dari Branding adalah : 1. Segmentasi, 2. Promosi dan 3.Service

Segmentasi dalam branding jelas yaitu membagi-bagikan level konsumen atau pemilih (versi politik) nah disini ada kelas A,A+,B.B+,C dan seterusnya. Pada versi pemilih ya ada wong cilik (dipresentasikan dengan caping), pemilih kelas menegah dan kelas atas.

Promosi merupakan salah satu unsur dari 4p, produk,price,place. Dua bentuk promosi adalah above the line dan below the line. Disinilah adanya iklan di TV, radio, internet, koran majalah, spanduk, umbul-umbul, baliho,poster, foto-foto yang ditempel di pohon-pohon, tembok dan lain-lain.

Service berkonsep pada transaksi dan kalo produknya bagus maka konsumen akan puas. Dalam versi politik bila transaksi ini terjadi akan ada money politik,jual beli suara,politik dagang sapi, dagang kambing dan sejenisnya.

Hasil akhir dari politisi “Branding” pada politik ini adalah menjabat yang hanya bisa berkata-kata tanpa melakukan atau just ‘Say’ not ‘Do’

Character Building

Character Building mempunyai unsur-unsur seperti: 1. Community, 2.Conversation, 3.Care, dalam bahasa Indonesia berarti membangun Komunitas , percakapan timbal balik dan perhatian.

Unsur dalam Community adalah: Purpose (tujuan), identity (identitas) dan Value (nilai). Community tersebut terbentuk berdasarkan tujuan yang sama, identitas yang sama serta nilai-nilai yang dianutpun sama. Maka terbentuklah HDCI (Harley Davidson Club Indonesia), BB Community, Isat Community juga ada organisasi Komunitas Tangan Diatas (TDA), Komunitas Onthel dan lain-lain. Tapi kok tidak ada komunitas Golkar, Komunitas Demokrat, komunitas partai apa gitu?.

Conversationnya terjadi antar kedua belah pihak, dulu sewaktu Communicatornya Nokia ada Communicator Community mereka tingggal usul ke Nokia aplikasi apa saja yang perlu di benamkan kedalam ponsel tersebut dan Nokiapun langsung menyambut baik usulan komunitas tersebut. Dalam versi politik adakah terjadi conversation antara pemilih dan yang dipilih? anda jawab sendiri saja ya!.

Unsur yang ketiga yaitu Care berkonsep pada Solusi atau pemecahan masalah dan masing-masing melakukannya secara antusias.

Hasil akhir dari membangun karakter ini adalah seorang Leader, seorang pemimpin yang tidak hanya menjabat dan juga tidak hanya berkata-kata tapi juga melakukan (Do). Contoh nyata yang membangun karakter adalah Muhammad Rasulullah SAW sebagai seorang Leader.

Dalam buku CONNECT-New Wave Marketing-nya Hermawan Kertajaya juga dikatakan bahwa branding saja tidak kuat, yang terpenting adalah CHARACTER, So adakah Pemimpin yang berkarakter untuk indonesia yang kuat kedepan?
Bila anda seorang pengusaha maka bangunlah atau ciptakanlah sebuah produk yang berkarakter dan kemudian secara bersamaan bangun juga brandnya.

No comments: